“Pantjoran” atau “Pang-joran” adalah kawasan bersejarah yang terletak di kawasan Glodok, Jakarta, Indonesia. Tempat ini terkenal dengan pemandangan jajanan pinggir jalan yang semarak, pasar tradisional, dan bangunan era kolonial.

Kawasan ini awalnya didirikan sebagai pusat perdagangan oleh masyarakat Tionghoa pada awal abad ke-18. Dinamakan “Pang-joran”, yang berarti “di bawah jembatan” dalam bahasa Hokkien, karena letaknya di bawah jembatan di Sungai Ciliwung.

Hari ini, Pantjoran adalah tujuan populer bagi wisatawan dan penduduk lokal yang ingin merasakan pemandangan, suara, dan cita rasa otentik Jakarta kuno. Pengunjung dapat menjelajahi pasar tradisional, mencicipi jajanan pinggir jalan, dan mengagumi bangunan bersejarah di area tersebut, termasuk gerbang ikonik bergaya Tionghoa yang dikenal sebagai “Kapitan Klo”.

Namun, karena jalanannya yang sempit dan padat, Pantjoran dapat menjadi tantangan untuk dinavigasi, dan pengunjung disarankan untuk berhati-hati dan waspada terhadap lingkungan sekitar. Penting juga untuk menghormati adat setempat dan berpakaian sopan, terutama saat mengunjungi tempat ibadah.

Tips Saat Berwisata Ke Pantjoran Jakarta

Jika Anda berencana untuk mengunjungi Pantjoran, berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda memaksimalkan pengalaman Anda:

Kenakan sepatu dan pakaian yang nyaman:
Pantjoran bisa ramai dan jalanan seringkali sempit dan tidak rata, jadi penting untuk memakai sepatu dan pakaian yang nyaman dan cocok untuk berjalan kaki.

Pergi dengan panduan:
Pemandu lokal dapat membantu Anda menavigasi area tersebut dan memberikan wawasan tentang sejarah dan budaya Pantjoran. Pertimbangkan untuk memesan tur berpemandu atau menyewa pemandu lokal untuk mengajak Anda berkeliling.

Cicipi makanan jalanan:
Pantjoran terkenal dengan jajanan kaki limanya, yang meliputi berbagai masakan Cina dan Indonesia. Pastikan untuk mencoba beberapa makanan khas lokal, seperti bakmi ayam (mie kuah ayam), lumpia (lumpia), dan cakwe (adonan goreng).

Jelajahi pasar:
Pantjoran adalah rumah bagi beberapa pasar tradisional, termasuk Pasar Pagi dan Pasar Petak Sembilan. Pasar-pasar ini menawarkan sekilas kehidupan sehari-hari penduduk Jakarta dan merupakan tempat yang tepat untuk menemukan oleh-oleh dan produk lokal.

Kunjungi situs bersejarah:
Pantjoran merupakan rumah bagi beberapa situs bersejarah, antara lain vihara Vihara Dharma Bhakti dan gapura Kapitan Klo. Luangkan waktu untuk menjelajahi situs-situs ini dan pelajari tentang warisan budaya daerah yang kaya.

Hormati kebiasaan setempat:
Pantjoran adalah lingkungan yang didominasi Tionghoa, dan pengunjung didorong untuk menghormati adat dan tradisi setempat. Berpakaian sopan saat mengunjungi tempat ibadah dan perhatikan etiket setempat.

Secara keseluruhan, mengunjungi Pantjoran bisa menjadi pengalaman yang menarik dan bermanfaat bagi mereka yang tertarik untuk menjelajahi kekayaan sejarah dan budaya Jakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *